Minggu, 20 Mei 2018

Chapter 2 - Lari



Chapter 2 – Lari

Lari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti melangkah dengan kecepatan tinggi, hilang, pergi tidak dengan cara sah, kabur, dan ada beberapa makna lain dimuat disana. Namun, makna dari lari yang akan saya ceritakan yaitu makna lari versi KBBI yang pertama, melangkah dengan kecepatan tinggi.

Di tahun 2017 ini, lebih tepatnya bulan Oktober kemarin, saya mulai rutin melakukan olahraga lari dengan mematok pada diri saya sendiri minimal dua minggu sekali. Kenapa? Karena saya sedang butuh olahraga dan sarana pelampiasan waktu luang, serta lari adalah olahraga yang sangat simpel. Cukup sediakan sepatu lari, celana training, baju, lalu... lari. Sesimpel itu, kawan. Kalau merasa kesepian karena lari sendirian, saya biasanya tinggal menyediakan handphone berisi lagu favorit saya dan headset, kemudian kesan kesepian itu akan tidak terasa lagi karena ketika lari kamu malah merasa ditemani dengan suara ciamik dari Danilla Riyadi ataupun suara melengkingnya mba Elda ‘Stars & Rabbits’. Dan kawan, setelah saya rutin lari, entah kenapa saya merasa mendapatkan suatu pelajaran berharga. Dengan lari saya sadar bahwa musuh terbesar yang sebenarnya paling sulit saya hadapi bukanlah orang lain, namun musuh terbesar itu adalah diri saya sendiri. Kenapa? Karena ketika saya sedang lari, tidak ada lawan atau pesaing yang harus saya kalahkan seperti ketika sedang bermain futsal ataupun bola, satu-satunya musuh yang harus saya kalahkan hanya diri saya sendiri. Untuk memacu kecepatan lebih tinggi ataupun menempuh jarak lebih jauh, saya hanya harus mengalahkan diri saya sendiri, bukan orang lain.

Begitupun dalam hidup, kadang kala saya terlalu sibuk membandingkan dan berupaya agar dapat melampui orang lain. Tapi lupa akan jati diri saya sendiri, lupa akan pengembangan diri saya sendiri, karena terlalu sibuk melihat pertumbuhan orang lain. Dan dengan seringnya saya lari sedikit banyak membawa sebuah pemahaman yang baru bahwasannya untuk menjadi lebih baik lagi bukan dengan mencoba mengalahkan pencapaian diri kita sendiri sebelumnya, itu sudah merupakan bentuk pertumbuhan yang membawa diri kita untuk lebih baik lagi.

Sekian.

Salam, 

-W-

Chapter 1 - Prolog


Chapter 1 – Prolog

2017.

Tahun yang penuh dengan berbagai kejutan.
Tahun yang akan selalu diingat sebagai salah satu turning point dalam hidup.
Tahun yang diwarnai dengan berbagai corak warna, namun tetap didominasi dengan corak sendu yang mengabu. 
Serta, tahun yang penuh dengan ratapan dan helaan nafas yang panjang.

Untuk menutup tahun 2017 yang “spesial” ini, layaknya kaidah akuntansi ketika memasuki periode akhir tahun, tim accounting sebuah perusahaan akan melakukan kegiatan rutin yang disebut dengan periode tutup buku, maka untuk menutup tahun 2017 ini saya sebagai anak akuntansi berniat untuk melakukan kegiatan “tutup buku” juga dengan membuat mini project yang berjudul “Jurnal Tutup Tahun 2017”. Jadi, Jurnal Tutup Tahun 2017 merupakan project menulis dan mengupdate ke blog maupun instagram setiap harinya sampai akhir tahun 2017 nanti dengan topik tulisan tentang apa saja yang terjadi selama tahun ini, apa saja, tentang momen, tempat, kegiatan, barang, maupun... orang.

Untuk mencatat apa saja yang datang serta merekam apa saja yang hilang.
Untuk menghargai yang baru serta mengikhlaskan yang lalu.
Untuk sarana bersyukur atas segala yang terjadi baik bahagia maupun pilu.

Jadi, izinkan saya mengunjungi feed instagram kamu setiap harinya selama 31 hari ke depan (termasuk hari ini). Terima kasih.

Sekian.

Salam,
-W-

Rabu, 08 November 2017

Pengais Ketenangan




Aku mendengus gelisah di tengah hiruk pikuk keramaian.
Mencari tempat menyendiri untuk sekedar memanjakan hati.
Dunia ini sudah terlalu bising dengan segala bualannya.
Tidak adakan ruang bagi pengais ketenangan seperti diriku?

-W-

Mengadu. Memohon. Bersimpuh.





Mengadu bukan berarti lemah.
Namun, bentuk kepasrahan diri bahwa kita tak bisa lakukan apapun tanpa kehendakNya.

Memohon bukan berarti tak berdaya.
Namun, bentuk kesadaran bahwa semua yang terjadi atas izin dan ridhoNya.

Bersimpuh bukan berarti rendah.
Namun, bentuk ketaatan serta syukur atas segala nikmat dan karuniaNya.

Mengadulah. Memohonlah. Bersimpulah.
Hanya kepadaNya.

-W-

Selamat Pagi

Selamat pagi.
Bagiku waktu selalu pagi.
Di antara potongan dua puluh empat jam sehari, bagiku pagi adalah waktu paling indah.
Ketika janji-janji baru muncul seiring embun menggelayut diujung dedaunan.
Ketika harapan-haparan baru merekah bersama kabutyang mengambang di persawahan hingga nun jauh di kaki pegununang.
Pagi, berarti satu hari melelahkan telah terlampui lagi.
Pagi, berarti satu malam dengan mimpi-mimpi menyesakkan terlewati lagi; malam-malam panjang, gerakan tubuh resahm kerinduan, dan helaan napas tertahan.

Source : Novel "Sunset & Rosie" karya Tere Liye, halaman 421