Minggu, 20 Mei 2018

Chapter 5 - Pandang



Chapter 5 - Pandang:

Kacamata sudah menjadi pendamping hidup yang selalu bersama saya semenjak kelas dua SMA. Yap, saya mulai memakai kacamata ketika naik kelas 2 SMA dan saat itu minus yang saya derita masih kecil hanya sekitar -0.25 untuk sebelah kanan dan -0.5 untuk sebelah kiri. Semenjak dulu, sebenarnya saya tidak pernah membayangkan akan menggunakan kacamata, ya karena tidak terbayang saja. Namun, itulah realitanya.

Lambat laun, minus mata saya yang hanya 0.25 dan 0.5, mulai bertambah seiring dengan seringnya saya menatap gadget maupun komputer tak kenal waktu. Hingga tiba di tahun 2017 ini, minus yang saya derita masuk ke angka 3.5. Pertumbuhan yang cukup drastis dari yang tadinya hanya 0.5, meningkat 7 kali lipat dalam kurun waktu 7 tahun. Ini sangat menyedihkan, kawan, sangat menyedihkan.

Saya sebagai salah satu penderita rabun jauh dan pasangan hidup dari kacamata merasakan penyesalan karena sejak dulu tidak aware untuk menjaga kesehatan mata. Padahal sejak dulu, Bunda saya merupakan wanita yang selalu cerewet kepada saya dan adik-kakak saya untuk selalu menjaga kesehatan mata dengan tidak berlama-lama depan komputer dan tidak membaca di tempat yang kekurangan cahaya. Namun, semua sudah terjadi.

Dan tahun ini untuk ke enam kalinya saya mengganti kacamata untuk upgrade lensa karena minus bertambah sekaligus mengganti frame kacamata dikarenakan kondisi frame kacamata lama sudah tidak terlalu baik lagi.

Jadi, kawan, apabila mata kamu masih diberikan kesehatan dan tidak menggunakan kacamata saat ini, bersyukurlah dengan senantiasa menjaga kesehatan mata kalian. Dan teruntuk sesama pengguna kacamata, baik rabun jauh maupun rabun dekat, meskipun kadang merasakan kecewa karena harus sangat hati-hati menggunakan softlens untuk bisa menyelam menikmati indahnya terumbu karang ataupun tidak dapat menatap senja tenggelam secara kasat mata, tapi kita tetap harus bersyukur masih diberikan nikmat melihat oleh Allah. 
Pada akhirnya, bagaimanapun kondisi kita saat ini, jangan lupa untuk selalu bersyukur atas segala nikmat baik suka maupun duka yang telah Allah berikan kepada kita.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 4 - Kompilasi Senja



Chapter 4 - Kompilasi Senja:

Kamu begitu jingga, hingga buat hati ku ber bunga-bunga.
Kamu begitu indah, hingga buat diri ku mati langkah.
Kamu begitu mengagumkan, hingga terus menetap di pikiran.
- Ujar Manusia kepada Senja. -

Jangan cintai aku, aku ini fana, hanya sementara.
Cintailah Penciptaku, Dia abadi, selamanya.
- Balas Senja kepada Manusia. -

Bulan Mei 2017 kemarin, saya membuat beberapa tulisan bertopik random dengan background senja di gunung Dieng, namun ada juga yg bertopik tentang senja dan dibuat satu kompilasi yang saya beri judul Kompilasi Senja. Bisa scroll di IG saya untuk melihat atau klik hashtag berikut #KompilasiSenja.

Dan dalam postingan ini maupun postingan Kompilasi Senja, saya berturut-turut menggunakan hasil jepretan kawan saya, Galih. Dia merupakan karyawan Telkom dengan latar belakang teknik industri dan memiliki hobby fotografi saat ini. Untuk melihat buah karya dia, bisa langsung cek di IGnya @galihputrala. Fyi, dia jomblo, sedang mencari calon istri yang sholehah. Berminat, dm langsung aja ke dia. Hahaha.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 3 - Blog



Chapter 3 – Blog

Saya pertama kali membuat blog pada tahun 2010. Tema blog yang saya gunakan pertama kali yaitu tema gratisan yang disediakan langsung oleh Blog. Saat itu konten yang saya upload selama beberapa bulan setelah dibuat hanya beberapa lirik lagunya vierra & nidji, serta pengalaman saya selepas nonton konser Bondan Prakoso saat acara pensi SMA dulu. Ah merasa hitz sekali dulu karena berhasil membuat blog & updatean tersebut.

Tiga tahun berlalu tanpa update-an apapun. Lalu di tahun 2013, saya mengunjunginya lagi, dan... betapa terkejutnya saya ketika melihat “buah karya” saya tahun 2010 di blog tersebut, sangat “hitz” sekali. Karena merasa postingan tersebut merupakan dosa yang harus disembunyikan, akhirnya tanpa pikir panjang saya hapus. Dan saya mulai menata ulang blog tersebut agar lebih rapih dari segi tema & kontennya. Dan dari tahun 2013 hingga sekarang, tiap tahunnya saya selalu mengupdate postingan di blog tersebut.

Memasuki pertengahan tahun 2017, saya mulai aktif lagi update postingan di blog. Dan ketika mulai aktif lagi, saya merasa tema blog yang saya pertahankan sejak tahun 2013 sudah mulai membosankan & kurang indah untuk dipandang. Kemudian saya mulai merombak lagi tema yang saya pakai untuk layout blog saya, mencari-cari tema terbaik & terindah. Dan akhirnya mulai Juli 2017 tema blog saya resmi berganti.

Namun, saya ingin mengakhiri tulisan ini bukan tentang tema baru blog saya. Saya justru ingin menutup tulisan ini dengan peristiwa ketika konten blog yang dibuat pada tahun 2010 saya hapus pada tahun 2013. Seharusnya saya tidak perlu menghapusnya, karena postingan “hitz” yang pernah saya buat seharusnya menjadi bukti bahwa dari tahun 2009 hingga saat ini saya terus berkembang, saya terus belajar, saya terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan karena mungkin dulu saya belum sadar, bahwa kita tidak seharusnya mengutuk masa lalu, namun seharusnya kita justru berterima kasih kepada masa lalu, karena bagaimana kondisi kita saat ini, itu semua terjadi karena apa yang terjadi di masa lalu.

Terkadang kita butuh salah, untuk mengetahui apa yang benar.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 2 - Lari



Chapter 2 – Lari

Lari dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) berarti melangkah dengan kecepatan tinggi, hilang, pergi tidak dengan cara sah, kabur, dan ada beberapa makna lain dimuat disana. Namun, makna dari lari yang akan saya ceritakan yaitu makna lari versi KBBI yang pertama, melangkah dengan kecepatan tinggi.

Di tahun 2017 ini, lebih tepatnya bulan Oktober kemarin, saya mulai rutin melakukan olahraga lari dengan mematok pada diri saya sendiri minimal dua minggu sekali. Kenapa? Karena saya sedang butuh olahraga dan sarana pelampiasan waktu luang, serta lari adalah olahraga yang sangat simpel. Cukup sediakan sepatu lari, celana training, baju, lalu... lari. Sesimpel itu, kawan. Kalau merasa kesepian karena lari sendirian, saya biasanya tinggal menyediakan handphone berisi lagu favorit saya dan headset, kemudian kesan kesepian itu akan tidak terasa lagi karena ketika lari kamu malah merasa ditemani dengan suara ciamik dari Danilla Riyadi ataupun suara melengkingnya mba Elda ‘Stars & Rabbits’. Dan kawan, setelah saya rutin lari, entah kenapa saya merasa mendapatkan suatu pelajaran berharga. Dengan lari saya sadar bahwa musuh terbesar yang sebenarnya paling sulit saya hadapi bukanlah orang lain, namun musuh terbesar itu adalah diri saya sendiri. Kenapa? Karena ketika saya sedang lari, tidak ada lawan atau pesaing yang harus saya kalahkan seperti ketika sedang bermain futsal ataupun bola, satu-satunya musuh yang harus saya kalahkan hanya diri saya sendiri. Untuk memacu kecepatan lebih tinggi ataupun menempuh jarak lebih jauh, saya hanya harus mengalahkan diri saya sendiri, bukan orang lain.

Begitupun dalam hidup, kadang kala saya terlalu sibuk membandingkan dan berupaya agar dapat melampui orang lain. Tapi lupa akan jati diri saya sendiri, lupa akan pengembangan diri saya sendiri, karena terlalu sibuk melihat pertumbuhan orang lain. Dan dengan seringnya saya lari sedikit banyak membawa sebuah pemahaman yang baru bahwasannya untuk menjadi lebih baik lagi bukan dengan mencoba mengalahkan pencapaian diri kita sendiri sebelumnya, itu sudah merupakan bentuk pertumbuhan yang membawa diri kita untuk lebih baik lagi.

Sekian.

Salam, 

-W-

Chapter 1 - Prolog


Chapter 1 – Prolog

2017.

Tahun yang penuh dengan berbagai kejutan.
Tahun yang akan selalu diingat sebagai salah satu turning point dalam hidup.
Tahun yang diwarnai dengan berbagai corak warna, namun tetap didominasi dengan corak sendu yang mengabu. 
Serta, tahun yang penuh dengan ratapan dan helaan nafas yang panjang.

Untuk menutup tahun 2017 yang “spesial” ini, layaknya kaidah akuntansi ketika memasuki periode akhir tahun, tim accounting sebuah perusahaan akan melakukan kegiatan rutin yang disebut dengan periode tutup buku, maka untuk menutup tahun 2017 ini saya sebagai anak akuntansi berniat untuk melakukan kegiatan “tutup buku” juga dengan membuat mini project yang berjudul “Jurnal Tutup Tahun 2017”. Jadi, Jurnal Tutup Tahun 2017 merupakan project menulis dan mengupdate ke blog maupun instagram setiap harinya sampai akhir tahun 2017 nanti dengan topik tulisan tentang apa saja yang terjadi selama tahun ini, apa saja, tentang momen, tempat, kegiatan, barang, maupun... orang.

Untuk mencatat apa saja yang datang serta merekam apa saja yang hilang.
Untuk menghargai yang baru serta mengikhlaskan yang lalu.
Untuk sarana bersyukur atas segala yang terjadi baik bahagia maupun pilu.

Jadi, izinkan saya mengunjungi feed instagram kamu setiap harinya selama 31 hari ke depan (termasuk hari ini). Terima kasih.

Sekian.

Salam,
-W-