Minggu, 20 Mei 2018

Chapter 7 - Terganti



Chapter 7 - Terganti:

Aku memilih berganti.

Bukan berarti ini sikap tidak menghargai.

Namun, aku tak ingin membuat mu memaksakan diri.

Terus bertahan padahal raga dan hati tertatih.

Membohongi seakan kamu masih sanggup menahannya sendiri.

Semua harus segera ku sudahi.

Sebelum luka yang kamu rasakan semakin menjadi.

Telah banyak pengorbanan yang telah kamu lewati.

Atas segalanya, ku ucapkan terima kasih.

-W-

Chapter 6 - Terbiasa



Chapter 6 - Terbiasa:



Sudah sekitar 1,5 tahun saya di Tanjung Enim. Dan sepengetahuan saya makanan khas wilayah ini banyak mengadopsi makanan khas Palembang, seperti Pempek, Tekwan, Model, serta Mie Celor. Entah mungkin karena satu rumpun, atau memang makanan khas daerah sini juga. Favorit saya diantara beberapa makanan itu adalah pempek.

Siapa yang tidak tau akan pesona & kelezatan pempek? Namun, terkadang orang lupa, ada satu hal yang membuat pempek menjadi mempesona, tanpa kehadirannya, seonggok pempek mungkin terasa tidak sempurna. Pasti kalian tau kan apa itu? Yap, hal itu adalah cuka.

Menurut pendapat saya pribadi, cuka dari Palembang merupakan hal yang menambah pempek menjadi semakin khas. Karena tidak semua orang daerah lain bisa membuat cuka yang enak, kental, pedas, asamnya terasa pas di lidah. Namun, saya adalah seorang penderita maag dan pernah juga menderita tukak lambung. Sehingga, cuka menjadi musuh saya ketika saya belum makan / kondisi perut sedang kosong. Dan di sini, menu sarapan yang umum selain nasi uduk / bubur adalah model & tekwan. Serta biasanya, penjualnya pun menjajakan gorengan & pempek, serta tak lupa cuka di mejanya untuk disajikan. Uniknya, orang sini sering mencampur tekwan dan model dengan cuka. Padahal model dan tekwan diciptakan sebagai makanan berkuah bening dan tidak lazim bila dicampur cuka menurut saya. "Idak lemak men idak pake cuko", itu dalih mereka ketika ditanya.

Nah, lambat laun, karena sering sarapan dengan menu tersebut & melihat orang mencampur cuka ke beberapa makanannya, saya mulai ikut-ikutan. Dan berujung menikmatinya, ternyata ada  sensasi baru setelah model atau tekwan tersebut dicampur cuka. Tapi ada kendala untuk saya, masalah lambung tadi, awalnya ketika saya mencoba & ikut-ikutan, lambung saya langsung terasa perih dan nyeri. Namun, lambat laun, lambung saya pun mulai beradapatasi. Dan di tahun ini, lambung saya sudah mulai dapat menyesuaikan dengan cuka meskipun perut belum terisi makanan apapun. 
Untuk jurnal kali ini memang nirfaedah, hanya berisi curahan hati belaka. Namun, peduli apa? Saya menulis bukan karena atensi. Yowis, ditutup dulu.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 5 - Pandang



Chapter 5 - Pandang:

Kacamata sudah menjadi pendamping hidup yang selalu bersama saya semenjak kelas dua SMA. Yap, saya mulai memakai kacamata ketika naik kelas 2 SMA dan saat itu minus yang saya derita masih kecil hanya sekitar -0.25 untuk sebelah kanan dan -0.5 untuk sebelah kiri. Semenjak dulu, sebenarnya saya tidak pernah membayangkan akan menggunakan kacamata, ya karena tidak terbayang saja. Namun, itulah realitanya.

Lambat laun, minus mata saya yang hanya 0.25 dan 0.5, mulai bertambah seiring dengan seringnya saya menatap gadget maupun komputer tak kenal waktu. Hingga tiba di tahun 2017 ini, minus yang saya derita masuk ke angka 3.5. Pertumbuhan yang cukup drastis dari yang tadinya hanya 0.5, meningkat 7 kali lipat dalam kurun waktu 7 tahun. Ini sangat menyedihkan, kawan, sangat menyedihkan.

Saya sebagai salah satu penderita rabun jauh dan pasangan hidup dari kacamata merasakan penyesalan karena sejak dulu tidak aware untuk menjaga kesehatan mata. Padahal sejak dulu, Bunda saya merupakan wanita yang selalu cerewet kepada saya dan adik-kakak saya untuk selalu menjaga kesehatan mata dengan tidak berlama-lama depan komputer dan tidak membaca di tempat yang kekurangan cahaya. Namun, semua sudah terjadi.

Dan tahun ini untuk ke enam kalinya saya mengganti kacamata untuk upgrade lensa karena minus bertambah sekaligus mengganti frame kacamata dikarenakan kondisi frame kacamata lama sudah tidak terlalu baik lagi.

Jadi, kawan, apabila mata kamu masih diberikan kesehatan dan tidak menggunakan kacamata saat ini, bersyukurlah dengan senantiasa menjaga kesehatan mata kalian. Dan teruntuk sesama pengguna kacamata, baik rabun jauh maupun rabun dekat, meskipun kadang merasakan kecewa karena harus sangat hati-hati menggunakan softlens untuk bisa menyelam menikmati indahnya terumbu karang ataupun tidak dapat menatap senja tenggelam secara kasat mata, tapi kita tetap harus bersyukur masih diberikan nikmat melihat oleh Allah. 
Pada akhirnya, bagaimanapun kondisi kita saat ini, jangan lupa untuk selalu bersyukur atas segala nikmat baik suka maupun duka yang telah Allah berikan kepada kita.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 4 - Kompilasi Senja



Chapter 4 - Kompilasi Senja:

Kamu begitu jingga, hingga buat hati ku ber bunga-bunga.
Kamu begitu indah, hingga buat diri ku mati langkah.
Kamu begitu mengagumkan, hingga terus menetap di pikiran.
- Ujar Manusia kepada Senja. -

Jangan cintai aku, aku ini fana, hanya sementara.
Cintailah Penciptaku, Dia abadi, selamanya.
- Balas Senja kepada Manusia. -

Bulan Mei 2017 kemarin, saya membuat beberapa tulisan bertopik random dengan background senja di gunung Dieng, namun ada juga yg bertopik tentang senja dan dibuat satu kompilasi yang saya beri judul Kompilasi Senja. Bisa scroll di IG saya untuk melihat atau klik hashtag berikut #KompilasiSenja.

Dan dalam postingan ini maupun postingan Kompilasi Senja, saya berturut-turut menggunakan hasil jepretan kawan saya, Galih. Dia merupakan karyawan Telkom dengan latar belakang teknik industri dan memiliki hobby fotografi saat ini. Untuk melihat buah karya dia, bisa langsung cek di IGnya @galihputrala. Fyi, dia jomblo, sedang mencari calon istri yang sholehah. Berminat, dm langsung aja ke dia. Hahaha.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 3 - Blog



Chapter 3 – Blog

Saya pertama kali membuat blog pada tahun 2010. Tema blog yang saya gunakan pertama kali yaitu tema gratisan yang disediakan langsung oleh Blog. Saat itu konten yang saya upload selama beberapa bulan setelah dibuat hanya beberapa lirik lagunya vierra & nidji, serta pengalaman saya selepas nonton konser Bondan Prakoso saat acara pensi SMA dulu. Ah merasa hitz sekali dulu karena berhasil membuat blog & updatean tersebut.

Tiga tahun berlalu tanpa update-an apapun. Lalu di tahun 2013, saya mengunjunginya lagi, dan... betapa terkejutnya saya ketika melihat “buah karya” saya tahun 2010 di blog tersebut, sangat “hitz” sekali. Karena merasa postingan tersebut merupakan dosa yang harus disembunyikan, akhirnya tanpa pikir panjang saya hapus. Dan saya mulai menata ulang blog tersebut agar lebih rapih dari segi tema & kontennya. Dan dari tahun 2013 hingga sekarang, tiap tahunnya saya selalu mengupdate postingan di blog tersebut.

Memasuki pertengahan tahun 2017, saya mulai aktif lagi update postingan di blog. Dan ketika mulai aktif lagi, saya merasa tema blog yang saya pertahankan sejak tahun 2013 sudah mulai membosankan & kurang indah untuk dipandang. Kemudian saya mulai merombak lagi tema yang saya pakai untuk layout blog saya, mencari-cari tema terbaik & terindah. Dan akhirnya mulai Juli 2017 tema blog saya resmi berganti.

Namun, saya ingin mengakhiri tulisan ini bukan tentang tema baru blog saya. Saya justru ingin menutup tulisan ini dengan peristiwa ketika konten blog yang dibuat pada tahun 2010 saya hapus pada tahun 2013. Seharusnya saya tidak perlu menghapusnya, karena postingan “hitz” yang pernah saya buat seharusnya menjadi bukti bahwa dari tahun 2009 hingga saat ini saya terus berkembang, saya terus belajar, saya terus berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Dan karena mungkin dulu saya belum sadar, bahwa kita tidak seharusnya mengutuk masa lalu, namun seharusnya kita justru berterima kasih kepada masa lalu, karena bagaimana kondisi kita saat ini, itu semua terjadi karena apa yang terjadi di masa lalu.

Terkadang kita butuh salah, untuk mengetahui apa yang benar.

Sekian.

Salam,
-W-