Minggu, 03 Juni 2018

Chapter 25 - Aci


Chapter 25 - Aci:

Adik satu ini merupakan adik yang paling menyebalkan, telah dua puluh satu tahun dia menjadi partner ribut, debat, berantem, sampai curhat. Serta, tahun ini menjadi tahun terakhir dia menyandang gelar mahasiswa, karena tahun depan targetnya adalah menyandang gelar sarjana. Aci mengenyam pendidikan di kampus pertanian dengan jurusan komputer, terdengar sedikit aneh memang, tapi toh akreditasinya pun A.

Aci merupakan anak yang paling mewariskan sifat "keras" dari Ayah dan "cerewet" dari Bunda. Alhasil, dia menjadi wanita yang cukup jutek di luar sana, namun dalam hatinya tetap merupakan anak yang perhatian dan peduli sesama. Anak yang satu ini juga "katanya" merupakan hasil dari kombinasi gen fisik terbaik dari Ayah & Bunda, karena "katanya" dia anak yang paling cakep dibandingkan tiga saudara lainnya. Namun, dari segi berat badan, dia memang merupakan satu-satunya anak Ayah & Bunda yang memiliki indeks berat badan normal untuk saat ini, semoga kedepannya tiga saudara lainnya juga menyusul.

Saat ini Aci sudah mulai disibukkan dengan proposal, karena sudah memasuki semester-semester akhir. Apapun pilihannya nanti setelah lulus kuliah, saya sebagai Abang yang baik akan selalu mendukungnya. Entah kerja, ataupun menikah, saya rela apabila harus dilangkahi olehnya apabila saya belum menikah. Karena Bunda selalu menekankan kepada anak-anaknya untuk senantiasa saling mendukung dan bersama kala susah maupun bahagia. Sehingga, kalau memang setelah lulus dia dilamar oleh seorang lelaki sholeh dan bertanggung jawab, saya merupakan orang pertama yang paling mendukungnya untuk melanjutkan ke proses yang lebih serius. Namun, apabila setelah lulus kuliah Aci justru ingin menjadi wanita karier dulu dengan mengexplore berbagai perusahaan serta menghadapi kerasnya dunia kerja, saya juga akan berusaha keras untuk membantunya mencarikan peluang karier & membimbingnya.

Semoga tahun depan dia dilancarkan segala urusan dalam menghadapi sidang kelulusannya, diberikan selalu kesehatan, dilancarkan dalam pilihannya setelah lulus kuliah, semakin sholehah, dan di sisa umurnya diberikan selalu keberkahan dari Allah. Aamiin.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 24 - Adek


Chapter 24 - Adek:

Tahun ini menjadi tahun ketiga belas bagi Adek Dini hadir di dunia. Dengan predikat seorang adik bungsu dari empat bersaudara, dia merupakan bonus bagi kami, karena di saat kakak-kakaknya telah melalang buana ke bagian indonesia lain, alhamdulillah dia masih bisa menemani Ayah dan Bunda di rumah.

Dia sekarang memasuki kelas 2 SMP di salah satu SMP islam di Serang. Dan alhamdulillah, dia sudah bisa menghapal juz 30, dan dalam tahap menghapal juz 29. Dia juga di challange oleh saya dan Aak untuk bisa menghapal surat Ar-Rahman, dan alhamdulillah tinggal sisa beberapa ayat lagi sampai dia benar-benar hapal.

Dan lebih bersyukurnya kami, di tengah pergaulan anak SMP yang sudah mulai mengenal cinta-cintaan, bahkan anak SD juga sudah mulai mengenalnya, namun alhamdulillah Adek Dini justru kerap bercerita bahwa dia merasa lucu dan aneh kala temannya ada yang sudah memiliki pacar. Dan lebih bersyukurnya lagi kami sebagai kakak-kakaknya, dia sangat rajin membantu Ayah dan Bunda di rumah. Sehingga, memasuki usia yang mulai menggerus tenaga orang tua kami, Adek Dini selalu siap membantu dan meringankan beban pekeraan Ayah dan Bunda di rumah.

Namun, sayangnya Adik Dini memiliki masalah dengan berat badan. Dia memang seorang partner mengasyikkan di kala saya ingin wisata kuliner, karena dia juga seorang yang hobby makan, sehingga apabila diajak mengunjungi tempat makan baru yang ingin saya coba dia akan dengan senang hati menemani. Namun karena hobbynya tersebut memang berat badannya agak berlebih, apalagi tahun ini.

Semoga di tahun-tahun selanjutnya Adek Dini bisa menjadi seorang hafidzoh, dapat berbakti dan dibanggakan oleh orang tua, diberikan sehat selalu, diberikan keberkahan di sisa umurnya serta berat badannya tidak berlebih lagi. Aamiin.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 23 - Jogja



Chapter 23 - Jogja:

Jogja bulan maret.
Langitnya temaram.
Tenggelamkan harapan.

Jogja bulan maret.
Bintang tak nampak temani rembulan pada malamnya.
Ia malu karena tak mampu benderang kala suasana suram.

Jogja bulan maret.
Anginnya berhembus dari sebuah kelalaian.
Dan bermuara menuju penyesalan.

Jogja bulan maret.
Senjanya tenggelam bersama kesedihan.
Meninggalkan kebahagiaan di telan gulitanya malam.

Jogja bulan maret.
Tugunya jadi saksi bisu sebuah kenangan.
Kenangan akan sebuah perpisahan.

Jogja bulan maret...



-W-

Chapter 22 - Raya


Chapter 22 - Raya:

Momen hari raya seperti idul fitri merupakan momen bahagia dimana kita dapat berkumpul dan bercengkrama dengan keluarga. Berbagi canda, tawa, bahagia, di momen tersebut merupakan hal yang selalu di nanti kala idul fitri tiba.

Sholat ied bersama, setelah itu saling bersalam-salaman satu sama lain untuk saling memaafkan, berkumpul di meja untuk makan opor dan ketupat bersama, selalu saja begitu ritual tahunan ketika hari idul fitri tiap tahunnya, namun tetap selalu dirindukan.

Tetapi, tahun ini momen idul fitri yang selalu dinantikan tersebut ada yang terasa berbeda, ada yang hilang, ada yang kurang, itu semua karena kami sekeluarga tidak dapat berkumpul lengkap. Aak dan Mahkota harus merayakan hari raya idul fitri di Papua, sedangkan saya, Ayah, Bunda, Aci, dan Adek merayakannya di Lampung. Ah, jauh sekali jaraknya, bahkan satuan waktunya pun berbeda, antara WIB dan WIT.

Tahun ini menjadi tahun pertama kami merayakan idul fitri dengan anggota keluarga baru, yaitu Mahkota. Namun, tahun ini juga menjadi tahun pertama kami sekeluarga tidak dapat berkumpul lengkap di momen hari raya idul fitri.

Ada yang kosong rasanya ketika anggota keluarga kita tidak hadir saat hari raya tiba. Semoga untuk hari raya lainnya di tahun-tahun esok, kami sekeluarga tetap bisa berkumpul dan bercengkrama bersama, atau bahkan dengan tawa dan canda anggota keluarga baru.
Semoga saja. Aamiin.

Sekian.

Salam,
-W-

Chapter 21 - Maya


Chapter 21 - Maya:

Pernah mencoba handphone mu tidak menjamah dunia maya selama seminggu penuh?

Saya pernah. Tiga bulan yang lalu kala saya ingin melakukan self reflection dalam rangka memperingati hari kelahiran, saya mencari tahu apa hal yang berpotensi besar membuat kegiatan tersebut terganggu, dan jawabannya adalah dunia maya. Akhirnya agar khusyu saya memutuskan untuk menarik diri dari dunia maya selama satu minggu. Jadi selama satu minggu tersebut, saya membuat handphone saya tidak dapat terkoneksi dengan dunia maya. Untuk hasil self reflection yang saya lakukan akan saya ceritakan pada jurnal yang lain.

Pada jurnal ini saya justru ingin menceritakan pengalaman saya menjauh dari dunia maya selama seminggu kemarin. Jujur saja, dewasa ini internet sudah menjadi salah satu kebutuhan primer bagi saya selain sandang, pangan, dan papan. Seperti ada yang kurang kalau dalam sehari saja tidak bisa mengecek instagram, whatsapp, line, maupun berbagai aplikasi chatting serta sosial media lainnya.

Setelah seminggu berlalu, saya menyadari banyak hal, dan salah satu yang paling diingat adalah, ternyata saya bisa lebih produktif kala menjauh dari dunia maya. Sekitar 4 buku saya selesaikan dalam seminggu, padahal sebelumnya, untuk menghabiskan satu buku saja dalam seminggu sulit. Dan momen self reflection saya pun terasa lebih khidmat, hening, dan tenang.

Tetapi bukan berarti ketika kita menggunakan internet itu akan membuat kita tidak produktif, bukan, bukan itu maksud saya.Tapi maksud saya adalah, internet itu seperti benda, ia dapat berguna ataupun merusak tergantung orang yang menggunakannya. Dan untuk kasus saya, ternyata selama ini salah satu hal yang kerap membuat saya tidak produktif adalah karena saya tidak bisa mengontrol diri dengan baik dalam menggunakan internet, dengan kecanggihan internet yang ada bukannya saya manfaatkan untuk explore ilmu baru, saya justru tenggelam dalam feed instagram orang lain. Ah sungguh miris.

Kedepannya, saya berusaha agar dapat lebih bijak lagi dalam menggunakan internet sehingga saya tidak tenggelam di hal yang semu dan mengabaikan produktivitas di dunia nyata.

Sekian.

Salam,
-W-